Presiden: “Government is Broke”

JAKARTA, KOMPAS.com — Krisis keuangan global bukan saja menimpa pengusaha nasional, pemerintah pun juga turut terkena imbasnya. Lantaran krisis itu, pemerintah terpaksa menggelontorkan sejumlah insentif di sektor pajak kepada industri yang berujung pada melorotnya penerimaan negara.

“Government is broke. Penerimaan pemerintah berkurang karena pajak yang masuk berkurang,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membuka Sidang Pleno I Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Selasa (10/3).

Menurut Presiden, pemberian insentif yang berujung pada melorotnya penerimaan negara dari sektor pajak memang tidak terhindarkan dalam kondisi krisis ekonomi. Pasalnya, pemberian insentif memang menjadi tugas utama pemerintah menjaga roda perekomian nasional tetap bergerak. “Di masa krisis ekonomi sulit bisa win-win, tapi win-loose. Pemerintah yang pertama loose, yang penting rakyat kita win. Setelah krisis ini kita lalui, semua akan win kembali,” ujarnya.

Di sisi lain, lanjut SBY, saat penerimaan berkurang, justru pengeluaran negara bertambah tinggi. Anggaran untuk subsidi, pembangunan, dan keperluan jaring pengaman sosial ditambah demi mengurangi dampak krisis.

“Penambahan anggaran misalnya pada Departemen Pekerjaan Umum (PU) serta Departemen Perhubungan untuk membangun berbagai proyek infrastruktur. Pada saat sama pemerintah menaikkan nilai UMR, gaji PNS, TNI dan Polri juga harga beli gabah dari petani,” ujar SBY.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: