Bom Bunuh Diri Tewaskan 33 Orang di Abu Gharib Irak

BAGHDAD — Seorang pelaku bom bunuh diri Selasa mengendarai mobil dan membenturkannya ke kerumunan para pemimpin suku Irak sehingga menewaskan 33 orang, termasuk dua wartawan, dalam serangan besar kedua di sekitar Baghdad dalam dua hari terakhir, sejumlah pejabat mengatakan.

Para pemimpin suku Arab Sunni dan Syiah itu, dikawal oleh sejumlah pejabat militer, akan menemui masyarakat di pasar setempat sebagai bagian dari kampanye rekonsiliasi nasional, ketika mereka diserang.

“Korban meningkat menjadi 33 orang tewas dan korbannya adalah warga sipil, termasuk pemimpin suku, dan juga tentara,” kata seorang pejabat kementerian dalam negeri, yang menambahkan bahwa 46 orang telah terluka.

Pejabat tersebut mengatakan pembom itu telah membenturkan kendaraannya ke kelompok tersebut ketika mereka muncul dari balai kota.

Di Irak utara, sementara itu, dua orang tewas dan enam orang terluka dalam pemboman mobil di sebuah desa Kristen, sementara satu polisi tewas dan satu lainnya luka-luka akibat ledakan sebuah bom di tepi jalan dekat kota minyak Kirkuk, kata sumber keamanan.

Saluran swasta Al-Baghdadia mengatakan mereka telah kehilangan satu wartawan dan satu kamerawan dalam ledakan di Abu Ghraib, 25 km dari ibukota itu.

“Dua wartawan kami, Haider Hashim dan Suhaib Adnan, tewas dalam pemboman itu,” kata Jihad al-Rubaiye, wartawan dari saluran yang bermarkas di Kairo itu, yang dibuat terkenal oleh wartawannya Muntazer al-Zaidi yang melemparkan sepatunya kepada mantan presiden AS George W. Bush.

Situs Internet Al-Baghdadia memasang foto dua stafnya yang tewas itu dan ayat-ayat suci Al-Qur’an dibacakan langsung di layar kenangan mereka.

Ibrahim al-Katib, wartawan televisi negara Irak, terluka berat dan telah menjalani operasi otak darurat, kata Observatorium Kebebasan Kewartawanan Irak, organisasi pembelaan media.

Tiga staf lain saluran itu luka ringan.

Sedikitnya 246 pekerja media, termasuk di antara mereka 22 orang asing, telah tewas di Irak sejak serangan pimpinan-AS Maret 2003, membuat negara itu salah satu negara paling berbahaya bagi wartawan, menurut observatorium tersebut.

“Pembom bunuh diri itu telah menyerang lawatan para pemimpin suku di bawah komando Mayor Jenderal Mared Abdel Hassen dan pejabat lainnya,” kata Brigadir Jenderal Qassim Atta, juru bicara operasi komando militer Baghdad.

Hassen, yang mengurus urusan suku di kementerian dalam negeri, melarikan diri tanpa terluka, kata pejabat tersebut.

Pembunuhan besar-besaran itu tiba setelah seorang pembom bunuh diri naik sepeda menewaskan 28 orang dan melukai 56 orang di akademi polisi Baghdad, Minggu.

Pasukan keamanan merupakan sasaran sering di Irak meskipun ada penurunan dramatis dalam jumlah korban tewas sejak akhir 2007.

Utusan khusus PBB untuk Irak Staffan de Mistura mengutuk serangan itu, menyebutnya sebagai “kejahatan mengerikan yang dirancang untuk menyabot upaya rekonsiliasi oleh rakyat Irak, yang saya yakin, akan terus di jalan dialog”.

Serangan terakhir itu terjadi persis setelah tengah hari di Abu Ghraib, tempat tak aman bagi al Qaida dan gerilyawan lain serta menampung penjara terkenal dengan nama sama, Abu Ghaib, yang sekarang disebut Penjara Pusat Baghdad.

Fasilitas itu mendapat sorotan internasional pada 2006 setelah skandal penyiksaan tawanan yang difoto oleh sipir penjara memancing penghinaan seluruh dunia terhadap pendudukan pimpinan-AS.ant/afp/taq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: