Izin operasi 15 TPS di Priok dibekukan – JICT alihkan kunjungan kapal peti kemas

JAKARTA: Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Pelabuhan Tanjung Priok membekukan izin operasional 15 lapangan penumpukan yang selama ini berfungsi sebagai tempat penimbunan sementara (TPS) karena tidak menyiapkan lokasi pemeriksaan fisik barang.

Kepala KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok Kusheri Supriyanto mengungkapkan ke-15 lapangan penumpukan di Pelabuhan Priok yang dibekukan izinnya itu melanggar Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-20/BC/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara.

Menurut dia, KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok telah mengeluarkan surat edaran bernomor S-1228/KPU.01/2008 yang memberikan batas waktu hingga 31 Desember 2008 kepada seluruh fasilitas TPS di pelabuhan itu untuk memenuhi persyaratan yang berlaku.

“Ternyata pengelola ke-15 lapangan penumpukan itu tidak menyampaikan jaminan untuk menyanggupi pemenuhan aturan tersebut hingga batas waktu yang ditentukan. Karena itu, kini izin operasinya telah kami bekukan,” ujarnya, kemarin.

Kusheri mengungkapkan dari 15 fasilitas yang dibekukan izin operasionalnya itu, tujuh di antaranya sebagai lapangan penumpukan yang berlokasi di lapangan 103,107,207X, 303, JICT-2, Pulau Payung 2B, dan Penjalai 3. Adapun, delapan fasilitas lainnya merupakan lokasi pergudangan, yakni 102,103,107,303 utara, 303 selatan, Penjalai 3, Pulau Payung 2B, dan Panaitan Tanjung Priok.

Sesuai dengan Perdirjen Bea dan Cukai No. P-20/BC/2007, dalam Pasal 18 disebutkan seluruh pengusaha TPS wajib menyiapkan tempat pemeriksaan barang atau behandle yang bersifat permanen, berdinding keliling, dan beratap yang dapat memungkinkannya dilakukan pengeluaran, pemeriksaan, dan pemasukan kembali barang dari dan ke dalam peti kemas atau kemasan lainnya, serta dapat mengurangi risiko terjadinya kerusakan dan kehilangan barang.

Dialihkan
Manajer humas PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Agus Barlianto mengakui adanya pembekuan izin operasional TPS di Terminal JICT-2 oleh Bea Cukai Tanjung Priok.

Akibatnya, arus kunjungan kapal peti kemas yang terjadwal masuk ke Terminal 2 tersebut kini dialihkan sementara waktu melalui Terminal 1. “Saat ini kami sedang membangun lokasi behandle di Terminal-2. Diharapkan dalam waktu dekat sudah bisa diselesaikan sehingga nantinya Terminal 2 bisa beroperasi kembali seperti biasa,” ujarnya. (k1) (redaksi@bisnis.co.id)

Bisnis Indonesia
bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: