Rusunami Kemayoran Diminati PNS & BUMN

VIVAnews – PT Perumnas (Persero) menegaskan total peminat rumah susun sederhana milik (Rusunami) di kawasan Kemayoran telah mencapai 8.700 orang. Padahal pembangunan masih dalam proses penyelesaian.

“Sebagian besar peminat berasal dari Pegawai Negeri Sipil, Badan Usaha Milik Negara, kepolisian, TNI, dan masyarakat,” ujar Direktur Utama Perumnas Himawan Arief dalam sambutan Topping Off Tower A3 Apartemen Bersubsidi Kemayoran, Jakarta, Kamis 5 Februari 2009.

Menurut Himawan, pembangunan tower A3 rusunami ini merupakan bagian dari empat tower yang akan dibangun. Luas areal yang akan dibangun untuk lima tower mencapai 1,7 hektare dengan total hunian 1.800 unit. “Tiga tower sedang konstruksi dan dua tower dalam tahap persiapan,” ujar dia.

Dengan pelaksanaan topping off pada tower A3 ini, Perumnas menargetkan penyelesaian proyek perumahan bersubsidi ini selesai pada Juli 2009.

Himawan menuturkan, desain rusunami mengalami penyempurnaan dari rencana semula. Penambahan terjadi untuk pelebaran koridor, pengelolaan sampah, dan sistem ventilasi.

Satu Tanggapan

  1. *Perum Perumnas Gagal Membangun Rusunami Untuk Korban Gusuran Warga Kemayoran Atas Program Peremajaan Kampung Kumuh Oleh Pemerintah*

    Seharusnya Perum Perumnas membangun rusunami di Kota Baru Bandar Kemayoran eks Bandara bukan untuk di perjual belikan untuk kalangan PNS atau pun masyarakat umum.

    Perum Perumnas masih memiliki kewajiban membangun Rusunami di Kemayoran sebanyak 5.500 unit, Rusunami 5.500 unit diperuntukkan bagi warga korban gusuran warga Kemayoran, korban gusuran atas program pemerintah yaitu peremajaan kampung kumuh.

    Warga gusuran semula adalah pemilik lahan/tanah, setelah program peremajaan kampung kumuh berjalan tahun 1990 warga yang terkena gusuran direlokasikan dan di beri tukar guling dengan Rusunami, sebelum menempati Rusunami warga gusuran diberikan voucher rusunami untuk menempatinya, namun hingga kini warga pemegang voucher masih banyak yang belum mendapatkan Rusunami.

    Akibat Perum Perumnas tidak melanjutkan pembangunan Rusunami dari tahun 1997, yang seharusnya Perum Perumnas membangun 7.500 unit, mereka hanya membangun sebanyak 2.000 unit, akibatnya banyak warga gusuran di kemayoran masih banyak yang belum mendapatkan haknya, mereka hingga kini cuma memegang voucher tanpa bisa memiliki Rusunami. Perum Perumnas mendapatkan tanah di Kota Baru Bandar Kemayoran dari Sekneg seluas 30 Ha dengan harga NJOP per meter Rp. 2.000, seharusnya Perum Perumnas membangun Rusunami untuk mengganti warga korban gusuran, malah lahan seluas 30 ha di jual oleh Perum Perumnas ke pengembang swasta.

    Akibatnya warga korban gusuran Kemayoran hingga kini masih banyak yang belum mendapatkan hak Rusunami atas tukar guling atau relokasi.

    Oleh : Moch. Taruna Aji

    Koordinator Aliansi Masyarakat Rumah Susun Kemayoran (AMRSK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: