Upaya Dirut TPK Koja dalam Penanganan ISPS Code

 REAKTIF DAN TIDAK SUBSTANTIF

TPK Koja adalah satu-satunya pelabuhan terkemuka di Indonesia yang secara signifikan tidak mengimplementasikan ISPS Code. Fakta ini merupakan hasil penilaian obyektif dari pihak independen yaitu US Coast Guard. Walaupun untuk kepentingan AS mau tidak mau harus kita perhatikan sebagai bentuk komitmen perusahaan kepada pelanggan dan demi masa depan TPK Koja. Namun setelah satu bulan lewat pasca pengumuman konsulat Ekonomi Kedubes  Amerika Serikat pada tanggal 26 February 2008 belum ada perubahan  berarti yang dilakukakan Direktur Utama TPK Koja. Upaya-upaya yang dilakukan pun sejauh ini terkesan excuse dan tidak menyentuh substansi permasalahan yang ada. Upaya-upaya yang telah dilakukan antara lain menghubungi Kedubes Amerika Serikat ( walau kemudian ditolak), menghubungi DepHub dan Adpel, dan yang patut  dicatat adalah mempertemukan personel RSO ‘New Horizon’ dengan shipping line, BOD, Serikat Pekerja, dan sebagian karyawan. Dari pertemuan tersebut diperoleh kesan bahwa Dirut berusaha meyakinkan semua pihak bahwa tidak benar kalau TPK Koja tidak comply ISPS Code. Tidak perlu kuatir dengan kesiapan  TPK Koja dalam hal pengamanan pelabuhan. Dalih yang dikemukakan adalah cuma kesalahan komunikasi antara Dephub dan pihak US Coast Guard lagi pula yang berhak menentukan comply atau tidak comply sebuah pelabuhan menurut mereka adalah Depub. Dari opini yang coba dibangun kita melihat bahwa upaya yang dilakukan Dirut baru sebatas counter terhadap berita tentang tidak comply-nya TPK Koja. Ini adalah sebuah sikap reaktif yang tidak perlu karena tidak membawa perbaikan. Dan satu lagi sama sekali tidak menyentuh esensi persoalan yang ada.

Hal penting yang harus dilakukan adalah mendalami secara benar apa itu ISPS code dan mengetahui secara detail apa yang menyebabkan TPK Koja dinyatakan secara signifikan tidak mengimplementasikan ISPS Code. Dengan kasat mata pun kita bisa bandingkan antara TPK Koja dengan pelabuhan-pelabuhan yang dinyatakan comply seperti PT. JICT dan PT. (Persero) Pelindo II  Konvesional. Kalau mau jujur harus diakui bahwa kedua pelabuhan tersebut jauh lebih baik. Di JICT misalnya, daerah terbatas (line 1) benar-benar steril, semua orang dan kendaraan teridentifikasi bila akan masuk lini 1, tempat parkir tersedia, shuttle bus tersedia, pemeriksaan ID Card ketat. Berbeda dengan TPK Koja, kondisi tersebut tidak kita temukan. Fakta ini diperkuat dengan temuan US Coast Guard yang mengatakan bahwa TPK Koja tidak konsisten menerapkan prosedur pengamanan yang terkait dengan kontrol terhadap akses orang, kendaraan, dan barang. Itu baru yang kasat mata, yang tidak kelihatan pun juga banyak dan itupun belum dilakukan sampai sekarang. Drill dan exercise sudah jarang dilakukan, training dan sertifikasi PFSO dan personel security tidak dilakukan, penyempurnaan fasilitas fisik yang disyaratkan juga belum dilakukan. Cukup jelas sebenarnya apa yang harus dilakukan tetapi kenapa tidak dilakukan?

Kalau memperhatikan surat peringatan yang disampaikan US Coast Guard pada tanggal 25 February 2008, melakukan hal-hal diatas saja belum cukup karena tetap saja TPK Koja terkena sanksi PSA 1 – 08 yang efektif berlaku mulai tanggal 10 maret 2008. Harusnya TPK Koja menyediakan layanan pengamanan standar PSA 1 – 08 sebagai bentuk komitmen pelayanan terhadap pelanggan karena dengan begitu kapal- kapal yang singgah ke Koja akan dapat meneruskan perjalanan ke AS. PSA ini dilakukan sampai TPK Koja secara substansial mengimplementasikan ISPS Code untuk kemudian diverifikasi ulang oleh US Coast Guard. Mereka akan memprioritaskan pelabuhan-pelabuhan yang tidak comply saat ini untuk dikunjungi dalam re-visit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: