Perjuangan Tak Pernah Berhenti

Catatan Tahun 2007 SPTPK Koja
January 16th, 2008 . by firmansyah

Memasuki tahun 2007, hubungan industrial yang kurang harmonis masih terjadi antara SPTPK Koja dengan manajemen TPK Koja.

“Sungguh memprihatinkan ketika hak-hak dasar pekerja maupun serikat pekerja diabaikan oleh pihak manajemen,” ungkap Ketua SPTPK Koja Irwan Setiabudhi kepada PORTrait kala itu.

Menurut Irwan, ada 2 persoalan mendasar yang diabaikan di TPK Koja, yaitu Lack of trade union right ( berkurangnya penghargaan terhadap hak-hak serikat pekerja) dan Lack of worker right (berkuranngnya hak-hak pekerja).

Berkurangnya penghargaan terhadap hak-hak serikat pekerja di buktikan dengan beberapa fakta. Satu yang menjadi sorotan, diabaikannya ajakan Serikat Pekerja untuk merundingkan Perjanjian Kerja Bersama yang telah habis masa berlakunya 2 tahun lebih.

“Fakta lainnnya adalah dihentikannya bantuan finansial Perusahaan untuk kegiatan-kegiatan SP sejak tahun 2004,” lanjut Irwan.

Sementara itu, berkurangnya hak-hak pekerja dapat di lihat dengan tidak adanya security income, berkurangnya kesempatan memperoleh tambahan pendidikan dan pelatihan, akan dikuranginya jumlah anak tertanggung, tidak memadainya jaminan hari tua (pensiun dan jaminan kesehatan) dan berkurangnya hak rekreasi bersama keluarga.

Apa yang dihadapi oleh SPTPK Koja di awal tahun 2007 sungguh sangat berat, namun para pengurus SP dengan didukung oleh anggota tetap yakin bisa mendapatkan apa yang seharusnya menjadi hak mereka.

Dukunganpun terus digalang, baik terhadap karyawan maupun kepada sesama serikat pekerja khususnya yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Pelabuhan Indonesia (APPI). Perjuangan terus berlanjut dengan berbagai cara, demo, mogok maupun aksi lainnya.

Dalam catatan PORTrait, pada minggu pertama Bulan Desember 2006, SPTPK Koja melakukan aksi demo untuk menuntut disahkannya PKB. Aksi ini bertepatan dengan program kampanye tahunan ITF (International Workers Transportation Federation). Saat itu karyawan telah memberikan warning kepada manajemen. Jika tanggal 13 Desember PKB belum juga diteken, maka karyawan akan melakukan Slow Down.

Waktupun berjalan. Tepat tanggal 13 Desember, PKB Belum juga diteken. Namun paling tidak, manajemen telah memberikan respon dengan memanggil perwakilan karyawan yang kali ini dipercayakan kepada Irwan Setiabudhi selaku ketua umum SPTPK Koja.

Karena adanya respon itu, maka mereka mengurungkan niat Slow Down. Ini ditempuh sebagai langkah bijak menghargai sikap manajemen yang berjanji menyelesaikan PKB dalam waktu singkat. Namun karyawan berjanji melakukan Slow Down jika pada 31 Desember 2006 soal PKB belum juga selesai.

Waktupun berjalan, dan PKB belum juga dapat disepakati. Kekecewaan karyawan pun tidak dapat dibendung, hingga akhirnya pada tanggal 31 Januari 2007 karyawan shift 1 melancarkan aksi Slow Down selama 2 jam. Manajemen TPK Koja seperti kebakaran jenggot, hingga pada malam harinya di kantor TPK Koja, manajemen dan SP sepakat untuk mengakhiri “ketegangan” soal alotnya pengesahan PKB.

Banyak kalangan yang menilai proses yang melelahkan itu sebenarnya tidak perlu terjadi, salah satunya Ketua SPTPK Koja, Irwan Setiabudhi.

“Ini mestinya tidak terjadi. Masa untuk mendapatkan haknya yang jelas diatur oleh Undang-Undang, harus pake acara mogok dulu,” ujar Irwan.

Secara tegas Irwan menyayangkan molornya proses negosiasi antara SP dengan manajemen. Kalau saja ada kemauan yang baik dari pihak manajemen untuk berpihak pada pekerja dan tidak semata mencari “nama” di depan owners, maka PKB tak harus terwujud melalui demo. (Firmansyah)

Diposting di Dermaga |

Sumber : Tabloid Portrait http://www.tabloidportrait.com/2008/01/16/catatan-tahun-2007-sptpk-koja/#more-136

 

Satu Tanggapan

  1. Aku capek nih dengan konfrontasi melulu…. habis energi terbuang hanya untuk berhadapan dgn beliau-beliau yang semestinya mereka SADAR DIRI akan hak-hak karyawan KSO TERMINAL PETIKEMAS KOJA tidak mesti bersitegang… lebih baik energi dipakai untuk tugas dan pekerjaan yang menunjang bagi kesejahteraan bersama dalam prestasi yang kompetitif. Semoga ini akan cepat berakhir… Badai pasti akan berlalu …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: