2 Menteri diminta selesaikan kemelut di Pelindo II

JAKARTA: International Transport Workers Federation Indonesia (ITF) dan Aliansi Pekerja Pelabuhan Indonesia (APPI) mendesak Menhub? serta Meneg BUMN segera menyelesaikan kemelut antara pekerja Pelabuhan Tanjung Priok dan direksi PT Pelindo II.
Pekan lalu, ratusan pekerja Pelabuhan Tanjung Priok menggelar aksi demo yang juga mengakibatkan pelayanan kapal di pelabuhan terbesar di Indonesia ini terganggu.

Dalam aksi itu pekerja pelabuhan menuntut segera ditandatanganinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru, serta tuntutan pemberian dana pensiun yang diminta serikat pekerja (SP) sebanyak 60 kali take home pay, padahal sebelumnya dana pensiun hanya 30 kali.

“Kami memberi waktu satu bulan agar Meneg BUMN dan Menhub menyelesaikan permasalahan itu. Kalau tidak, sebaiknya direksi Pelindo II dicopot dari jabatannya saat ini,” kata Kordinator ITF Indonesia Hanafi Rustandi didampingi Ketua SP JICT Hazris Malsyah dan Ketua SP TPK Koja Irwan Setyabudi dalam jumpa pers, kemarin.

Menurut Hanafi, ITF sangat berkepentingan menyikapi hal ini mengingat jika terjadi aksi pemogokan yang lebih besar akan sangat mengganggu sektor transportasi nasional dan internasional, di mana JICT merupakan salah satu terminal yang melayani aktivitas kapal ocean going (ekspor-impor).

Hazris Malsyah mengatakan sebagai bentuk solidaritas pekerja pelabuhan, pihaknya siap memberikan dukungan kepada pekerja Pelindo II Tanjung Priok untuk melakukan aksi mogok yang lebih besar lagi.

“Sebagai bentuk solidaritas sesama pekerja pelabuhan, kami siap mendukung yang dilakukan pekerja Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya.

Mutasi pengurus SP

Dia menilai kemelut antara pekerja dan direksi Pelindo II bukan hanya disebabkan tuntutan kesejahteraan.

“Melainkan juga karena beberapa orang pengurus serikat pekerja dimutasikan ke daerah lain,” katanya.

Menurut informasi, lima orang pengurus sejumlah SP di Pelindo II dimutasikan? sehingga dinilai mengganggu roda organisasi serikat pekerja bersangkutan.

Mutasi tersebut berbuntut aksi pemogokan di Kepanduan Tanjung Priok pada 8 Januari 2007 hingga pelayanan kapal di pelabuhan terganggu selama tiga jam.

Mereka yang dimutasi yakni Ketua SP Cabang Jakarta Pratiyoso Sayogi ke cabang Teluk Bayur, Ketua SP Teluk Bayur Desman ditarik ke Jakarta, Ketua SP Palembang Nurdin dimutasi ke Jambi, dan Ketua SP Jambi Ilyas Abadi dimutasi ke Panjang.

“Untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat pemogokan, PKB harus segera ditandatangani Dirut Pelindo II paling lama satu bulan dari sekarang. Kalau tidak, akan terjadi pemogokan besar,” kata Hazris.??

Secara terpisah, Sudjarwo mengatakan sejumlah pengurus SP Pelindo II yang dimutasi itu merupakan promosi buat bersangkutan dan tidak ada hubungan dengan PKB. (k1)

Bisnis Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: