4 Pelabuhan jadi hub logistik internasional

JAKARTA, Biasnis Indonesia: Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, dan Bitung akan dijadikan pelabuhan pengumpul (hub) logistik internasional guna mencapai efisiensi biaya operasi logistik sebesar 34,7% menjadi Rp85 triliun per tahun.

Keputusan mengenai penunjukan pelabuhan itu akan dituangkan dalam peraturan Menteri Perhubungan tentang tatanan kepelabuhanan paling lambat pada Januari 2008.

Keputusan itu mengacu kajian Badan Litbang Dephub tentang delapan skenario hub yang memungkinkan efisiensi di sektor logistik. Kajian itu menilai skenario hub dengan efisiensi tertinggi adalah konfigurasi dari keempat pelabuhan tersebut, sementara pelabuhan lain lebih berfungsi sebagai pengumpan (feeder/spoke).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Dephub L. Denny Siahaan mengatakan peraturan menteri yang memiliki masa berlaku lima tahun itu akan memuat soal pelabuhan hub internasional, nasional, regional, dan lokal.

“Saat ini arah arus barang Indonesia masih intra-Asia, Indonesia akan mengembangkan ke arah Pasifik, yaitu AS dan ke barat, yaitu Eropa. Untuk itu, Pelabuhan Bitung akan dioptimalkan,” katanya kepada Bisnis di sela-sela Seminar Pengembangan Sistem Logistik Nasional yang digelar Dephub, Rabu.

Selain dituangkan dalam peraturan menteri, hub tersebut juga akan dimuat dalam sistem transportasi nasional untuk 25 tahun ke depan yang juga diterbitkan Dephub pada Januari 2008.

Ketua tim peneliti yang juga konsultan dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Harun Al-Rasyid Lubis mengatakan studi tersebut juga menggarisbawahi data Bank Indonesia yang menunjukkan proyeksi defisit neraca perdagangan pada 2007 mencapai US$1,5 miliar.

“Defisit ini lebih disebabkan oleh sektor logistik, terutama kargo laut yang masih dikuasai asing. Inpres No. 5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional belum jalan, sehingga devisa pengangkutan ekspor-impor justru tersedot ke asing,” tandasnya.

Rencana aksi

Berdasarkan kajian itu, rencana aksi yang mendesak bagi pengembangan sektor logistik nasional adalah perubahan kelembagaan pelabuhan dengan memisahkan fungsi operator dan regulator.

Selanjutnya, privatisasi atau komersialisasi pengelolaan pelabuhan, yaitu melalui peningkatan waktu layanan di pelabuhan-pelabuhan utama, pengurangan penundaan (delay) bongkar muat atau pengurangan waktu tunggu kapal (berthing time) dengan optimalisasi kinerja fasilitas dan waktu layan pelabuhan.

Selain itu, penghapusan double handling dan optimalisasi area pergudangan di dalam lingkungan pelabuhan dan implementasi koneksi jaringan kereta api ke dermaga. Peran kereta api di jaringan dalam pulau, terutama Jawa dan Sumatera, juga perlu dioptimalkan, termasuk implementasi pelayanan kereta api untuk pengangkutan barang dan pelaksanaan pengaturan beban berlebih untuk moda jalan di Jawa dan Sumatra.

Dephub juga menyiapkan rencana aksi berupa integrasi pengembangan jaringan kereta api yang disesuaikan dengan perencanaan sektor penunjang ekonomi utama, perkuatan peran jalan kabupaten sebagai pembuka aksesibilitas wilayah, serta pemberian bantuan khusus dan insentif pengembangan industri logistik dan armada angkut.

Kajian itu juga merekomendasikan penetapan hub untuk kargo udara. Saat ini, biaya transportasi di bandara mencapai Rp349 triliun.

Ada tiga konfigurasi bandara bagi optimalisasi kargo udara yang menjadi hasil dari studi pengembangan logistik nasional Dephub.

Pertama, skenario hub dengan konfigurasi dua bandara, yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Juanda. Biaya transportasi untuk logistik yang bisa ditekan dari konfigurasi ini sebesar 9% menjadi Rp317 triliun.

Kedua, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Sam Ratulangi sebesar 9% (Rp317 triliun). Ketiga, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Juanda, dan Bandara Polonia dengan total efisiensi 9,5%, sehingga mampu menekan biaya transportasi menjadi Rp315 triliun.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: