Harga bahan bakar kapal naik 15% – Industri pelayaran kenakan biaya tambahan

JAKARTA, Bisnis Indonesia: Harga bahan bakar kapal atau bunker untuk pelayaran domestik dan internasional mulai 1 Desember 2007 naik lagi rata-rata 15% per liter dibandingkan bulan sebelumnya.

Menghadapi kondisi harga bahan bakar yang tidak stabil itu, operator pelayaran dipastikan mengenakan tarif tambahan bahan bakar atau fuel surcharge di luar tarif angkut (freight) agar tidak merugi.

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Oentoro Surya mengatakan kenaikan bahan bakar sebesar 15% cukup memberatkan usaha pelayaran, namun wajar karena harga minyak dunia saat ini juga naik signifikan.

“Itu kebijakan pemerintah dan kini pelayaran harus bisa menyiasati serta mengatur sendiri dengan mengenakan fuel surcharge kepada konsumen saat kontrak pengangkutan dilakukan,” katanya kepada Bisnis, kemarin.

Kenaikan bahan bakar kapal itu sendiri tertuang dalam surat PT Pertamina No.245/ F12600/ 2007 tertanggal 30 November 2007 yang ditandatangani oleh Manager Pemasaran BBM Industri & Marine II Region II B.Trikora Putra. Pada 1 November lalu, Pertamina juga sebetulnya telah menaikkan harga bahan bakar kapal sekitar 5% per liter.

Dalam surat itu disebutkan per 1 Desember 2007 pukul 00.00, harga bahan bakar jenis minyak solar (high speed diesel/ HSD) untuk kapal rute domestik menjadi Rp8.300,70 per liter dari sebelumnya Rp7.161,05, sedangkan untuk kapal rute internasional sebesar US$0,89 per liter dari sebelumnya US$0,78.

Sementara itu, harga minyak diesel (marine fuel diesel/ MDF) untuk kapal rute domestik yang sebelumnya sebesar Rp6.641,50 per liter menjadi Rp7.700 dan untuk kapal rute internasional menjadi US$0,82 per liter dari sebelumnya US$0,72.

Demikian pula harga minyak bakar (marine fuel oil/ MFO) naik menjadi Rp5.750,80 per liter untuk kapal rute domestik dari sebelumnya Rp4.776,20, sedangkan untuk kapal rute internasional naik dari US$0,52 per liter menjadi US$0,61.

Agar tidak rugi

Oentoro mengatakan operator pelayaran dipastikan mengenakan fuel surcharge di luar tarif angkut agar tidak merugi. Namun, dia tidak merinci besaran fuel surcharge itu karena tergantung pada hitungan setiap operator yang dinegosiasikan dengan konsumen.

Operator pelayaran, paparnya, juga berupaya melakukan penghematan akibat kenaikan harga bahan bakar a.l. dengan mengurangi kecepatan kapal. “Kecepatan kapal yang tadinya bisa 10 knot, misalnya, dikurangi menjadi 8 knot agar menghemat bahan bakar,” ujarnya.

Ketua Umum DPP Asosiasi Pelayanan Bunker Kapal Indonesia (APBI) Jojok Moedjijo mengatakan dengan adanya penyesuaian harga bahan bakar yang berlaku bagi pelayaran? sejak 1 Desember itu, kini usaha agen bunker di Indonesia kembali bisa beroperasi, setelah sempat mengalami stagnasi selama sekitar dua pekan.

“Stagnasi usaha kami terjadi ketika penetapan harga bahan bakar bagi agen bunker dan agen industri per 15 November 2007 yang dikeluarkan Pertamina ternyata lebih rendah dibandingkan harga yang berlaku untuk pelayaran. Namun, kini sudah berjalan normal lagi.”

Sejak 15 November 2007, harga bahan bakar jenis minyak solar yang berlaku bagi agen bunker terhadap pelayanan kapal rute domestik sebesar Rp7.879,90 per liter dan kapal internasional US$ 0,86 per liter.

Adapun harga minyak diesel bagi pelayanan kapal domestik sebesar Rp7.401,90 per liter dan kapal asing US$0,81 per liter, sedangkan untuk minyak bakar bagi pelayanan? kapal domestik sebesar Rp5.668,30 per liter dan kapal asing US$0,62 per liter.

Jojok mengingatkan pemerintah melakukan pengawasan ketat terhadap penggunaan bahan bakar kapal jenis minyak solar yang masih disubsidi, khususnya yang selama ini diperuntukkan bagi kapal penumpang dan kapal pengangkut sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: